lifestyle

Pregnancy Story (Part 2): Perjalanan Mencari Provider Untuk Melahirkan

Hai hai, welcome back!

Kalau sebelumnya aku cerita perjalananku selama hamil. Kali ini aku akan bahas perjalananku mencari provider untuk melahirkan dan juga kontrol bulanan. Salah satu provider yang aku datangi, yaitu RSIA Sammarie Basra. Langsung saja, yuk!

Dua minggu berlalu dan saatnya kami kembali ke bidan. Sayangnya bidan tempatku kontrol pertama kali tutup karena adanya pandemi 🤦🏻‍♀️. Dengan kondisi saat ini akhirnya kami mencari dan memilah RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) yang sekiranya cocok.

Kenapa RSIA? Ya, karena jujur masih parno dengan Rumah Sakit umum. Setelah cari-cari, ternyata tidak ada RSIA yang cocok dekat rumah. Akhirnya memutuskan mencari RSIA di Jakarta dengan pertimbangan jarak tempuh yang dekat dengan rumah orang tua (re: mertua).

RSIA Sammarie Basra

Pilihan pertama kami jatuh pada RSIA Sammarie Basra. RSIA ini berlokasi di Jl. Jend. Basuki Rachmat No.31, RT.3/RW.2, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Jalarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13420.

Di sana kami memilih berkonsultasi dengan dr. Nonny. Kesan pertama kami sangat puas mulai dari manajemen RS hingga pelayanan dokter dan susternya. Penjelasan yang diberikan oleh dokter Nonny sangat detail dan sabar. Cocoklah ya untuk calon ibu baru seperti aku yang masih minim pengetahuan.

Setelah dua kali kami kontrol ternyata asuransiku (Mandiri Inhealth) belum bekerja sama dengan RS ini. Terpaksa kami memutuskan untuk pindah RS. Perkara asuransi emang gak tanya dulu sebelumnya? Engga, soalnya kontrol pertama dan kedua asuransiku belum bisa dipakai. Makannya aku bayar pribadi.

Untuk biaya kontrol satu kali di RSIA Sammarie Basra aku menghabiskan sekitar 1 juta rupiah. Biaya ini sudah termasuk administrasi rawat jalan (pasien baru Rp55.000, pasien lama Rp40.000), konsultasi dokter golongan A (Rp200.000), vitamin (Rp255.000), dan juga hasil usg 2D (Rp424.000).

RS Evasari

Pilihan kedua jatuh pada RS Evasari. Rumah sakit ini berlokasi di Jl. Rawamangun no. 47, Pramuka Jakarta Pusat, RT.7/RW.3, Rawasari, Kec. Cemp. Putih, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570. Kok gak RSIA lagi? Alasan utama karena bisa pakai asuransi dan udah masuk trimester 2.

Di sana aku memutuskan konsultasi dengan dokter Nana, sayangnya selama pandemi dokter Nana tidak praktek. Akhirnya opsi kedua di RS ini kami memutuskan bertemu dengan dokter Lucky. Kami menjadwalkan kunjungan kontrol pada hari Kamis, 2 Juli 2020. Ketika dipertengahan jalan kami diinfokan bahwa dokter Lucky tidak praktek. Agak kesal sih tapi kami berfikir postif, mungkin ada pasien genting lainnya.

Akhirnya kami menjadwalkan kedatangan ulang pada hari Senin, 6 Juli 2020. Dengan perasaan yang berdebar aku ingin sekali melihat perkembangan si dedek dan mendapatkan penjelasan detail dari dokter senior.

Kesan pertama pelayanan manajemen dari awal pendaftaran cukup baik, petugasnya ramah-ramah dan sangat membantu. Tapi kami harus menunggu dokter lebih dari satu jam. Kami datang jam 5 sore, di mana dokter mulai praktek mulai setengah tujuh malam.

Aku sih masih sabar demi melihat perkembangan si dedek meski si mas terlihat mulai kesal. Sampai sekitar pukul setengah 8 malam, akhirnya kami dipersilahkan oleh suster untuk masuk ke ruangan dokter. Ketika di dalam ruangan, jeng jeng harapan tinggal harapan.

Dokter hanya mengatakan janinku sehat dan aku bisa meneruskan meminum vitamin yang sebelumnya, thats it. Gak tau lagi mau bilang apa. Untuk biaya karena aku menggunakan asuransi, aku tidak membayar sepeser pun. Aku juga tidak tahu berapa rincian biayanya. Ketika pulang aku hanya membawa hasil usg 2D.

RS Omni Pulomas

Setelah dari RS Evasari, kami memutuskan mencari RS lain. Empat hari setelah kami kontrol di RS Evasari, kami memutuskan ke RS Omni Pulomas. Rumah sakit ini berlokasi di Jl. Pulo Mas Bar. VI No.20, RT.1/RW.11, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210.

Di sini pilihanku jatuh pada dokter Ervina. Kesan pertama dari segi pelayanan rumah sakit cukup oke. Petugas administrasi ramah-ramah walaupun aku menggunakan asuransi. Untuk dokter Ervina sendiri benar-benar detail memberikan informasi dan tidak terkesan terburu-buru.

Hanya saja, saat pengambilan obat di sini cukup memakan waktu. Aku sih maklum ya soalnya hanya satu petugas apoteker yang melayani di depan meja dan menunggu obat didistribusikan. Untuk biaya, sama seperti di RS Evasari aku pun tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Bedanya di sini aku tidak mendapatkan print hasil usg.

Setelah menimbang, akhirnya aku memutuskan memilih RS Omni sebagai provider untuk kontrol dan juga melahirkan.

Baca Juga: Intip Sembilan Bulan Penuh Cerita

Selain tiga provider di atas sebenarnya ada juga provider yang menawarkan kontrol kehamilan dan melahirkan dengan harga terjangkau, yaitu halo bayi. Sayangnya aku baru tahu di akhir kehamilanku. Jadi, aku hanya mengikuti prenatal gentle yoga yang mereka adakan.

Okedeh, sekian perjalananku mencari provider untuk kontrol kehamilan dan melahirkan. Semoga bisa bermanfaat, mungkin nanti aku akan bahas pengalaman persalinan di RS Omni Pulomas. So, jangan bosen-bosen untuk mampir ya!

Annisa P Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *