Mengatasi Anak GTM Dengan Tepat dan Bebas Stress 1
lifestyle

Bebas Stress Saat Anak Alami GTM

Upgrade stok sabar yuk, mom! Bebas stress saat anak GTM.

Sejak jadi ibu, saya benar-benar belajar banyak hal demi memastikan anak saya tumbuh dan kembangnya sesuai dengan usia juga sesuai dengan kurva pertumbuhan. Selain itu menjadi ibu, saya dituntut untuk upgrade stok sabar saya supaya gak gampang marah dan stress. Nah, satu bulan menjelang Mahesa MPASI saya khawatir jika ia mengalami GTM. Loh, apa hubungannya gampang marah, stress, dan anak GTM?

GTM alias Gerakan Tutup Mulut merupakan istilah dari kondisi anak yang kesulitan makan atau tidak mau makan. GTM ini biasanya terjadi pada anak usia 6 – 2 tahun. Di mana kondisi ini menjadi tantangan sendiri bagi para orang tua, khususnya ibu. Dari pengalaman teman-teman saya, anak GTM membuat mereka kehilangan kesabaran sehingga mudah marah dan stress.

Makannya demi mencari tahu lebih lanjut mengenai GTM, saya mengikuti webinar melalui zoom yang diadakan oleh RSIA Bunda Jakarta dan Crystal Of The Sea. Webinar ini menghadirkan dr. Dimple Nagrani Sp.A (Dokter Spesial Anak) sebagai narasumber.

dr. Dimple Nagrani Sp.A

Melalui webinar saya jadi tahu nih, ternyata ada banyak faktor kenapa anak bisa GTM dan bagaimana cara mengatasi anak GTM. Untuk lebih detailnya, simak di bawah ini yuk kira-kira apa saja penyebab dan bagaimana solusi saat anak mengalami GTM.

Sakit

Tak hanya anak-anak, orang dewasa jika dirasa ada yang sakit makan pun tak nyaman. Biasanya alasan anak tidak mau makan ya ada rasa sakit yang dirasa. Rasa sakit ini bisa muncul karena sariawan, tumbuh gigi, nyeri perut, dan hal lainnya. Untuk mengatasinya, ajak anak ke dokter untuk memastikan bahwa anak sedang tidak sakit. Atau kalau memang sakit bisa langsung ditangani.

Jadwal Makan

Jadwal makan yang salah juga berpotensi anak menolak makan. Saat hendak memberikan makan pastikan kita selalu memperhatikan sinyal kenyang dan lapar si kecil ya, mom. Karena tentu saja anak akan menolak makan jika ia merasa kenyang. Dalam memberikan makan mom perlu ingat feeding rules, yaitu 2-30-2. Apa itu 2-30-2? Dua jam sebelum makan dan sesudah makan usahakan tidak memberikan snack yang tidak berkalori/manis, kemudian ASI/sufor. Batas waktu makan maksimal 30 menit, jika 30 menit belum habis hentikan proses makan. Selain itu pastikan tidak memberikan minuman manis saat sedang makan.

Kebiasaan Mengempeng

Salah satu kebiasaan yang “diajarkan” oleh orang tua (termasuk saya) agar anak tenang adalah mengempeng. Nyatanya kebiasaan mengempeng ini bisa menimbulkan GTM pada anak. Pasalnya mengempeng menimbulkan rasa kenyang karena gerakan menghisap ini memproduksi hormon Cholecytokinin. Solusinya, ya kebiasaan ini harus ditinggalkan secara perlahan.

Tekstur Makanan

Anak sudah bisa mengetahui tekstur makanan yang diingikan. Jika anak mulai GTM bisa saja ia tidak menyukai tekstur makanannya, mungkin saja terlalu cair atau terlalu kental. Berikan konsistensi tekstur makanan yang sesuai dengan usianya dan naikan konsistensinya perlahan.

Suhu Makanan

Suhu makanan juga menjadi faktor pendukung anak mengalami GTM. Bayangkan saja kita makan bubur hangat dan bubur dingin? Mana yang lebih nikmat? Tentu saja bubur hangat. Begitu pula saat kita mengajak anak makan. Pastikan suhunya sesuai.

Variasi Makanan

Anak bisa saja merasa bosan jika mom memberikan menu yang sama. Oleh karena itu, hindari memberikan menu yang sama pagi, siang, dan sore pada anak. Berikan makanan bervariasi dan mencukupi sumber karbohidrat, lemak, protein nabati dan hewani, serta mikronutrien (vitamin dan mineral). Terkesan repot memang mom, tapi dengan memberikan makanan yang bervariasi anak jadi tidak bosen, meminimalisir drama GTM, dan nutrisi anak pun juga terpenuhi.

Rasa Makanan

Rasa makanan juga menjadi faktor pemicu anak GTM. Bicara soal rasa makanan memang agak membingungkan ya mom, terutama bagi ibu baru seperti saya yang hendak menyiapkan MPASI untuk si kecil. Pasalnya memberikan perasa makanan untuk si kecil juga perlu diperhatikan. Baiknya gunakan perasa dari bahan alami, tapi tak ada salahnya juga mencoba food powder dari Crystal Of The Sea ini untuk ditambahkan ke dalam menu si kecil.

Pasalnya, #crystalofthesea food powder ini bisa memenuhi kebutugan gizi saat anak mulai MPASI (usia 6 bulan). Hal itu dikarenakan produknya yang tinggi akan Omega-3 (DHA) untuk perkembangan otak, Kalsium untuk pertumbuhan tulang, dan Protein untuk membangun, memelihara, serta mengganti jaringan tubuh yang rusak dalam tubuh anak. Menariknya lagi food powder ini dibuat dari 100% ikan teri tanpa tambahan gula, garam, pewarna, dan bahan pengawet. Sudah memiliki izin BPOM dan label Halal MUI. Selain itu, produk ini dikatakan juga dapat menambah nafsu makan anak. Nah, Untuk mengatasi anak GTM karena tidak menyukai rasa makanan bisa food powder ini bisa jadi solusi mom.

Baca Juga: Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Produk #crystalofthesea di sini!

Lingkungan Makan

Lingkungan makan si kecil juga mempengaruhi kenapa anak bisa mogok makan. Ciptakan lingkungan makan yang kondusif agar anak bisa fokus dengan makanannya. Oleh karena itu, saat makan hindari pemaksaan karena jika dipaksa akan menciptakan trauma tersendiri, hindari makan sambil menggendong, bermain, dan menonton tv. Baiknya beri kesempatan anak untuk makan sendiri dan usahakan untuk makan bersama anggota keluarga lainnya.

Pengasuh

Kalau anak mulai GTM, pasti rasanya mau marah-marah saja ya mom? Anak itu belajar dari memperhatikan sekelilingnya. Saat hendak makan ia akan memperhatikan ekspresi kita yang sedang menyuapi, jika anak sedang GTM dan melihat kita marah-marah jelas dia akan takut dan justru enggan membuka mulutnya. Oleh karena itu, di sinilah kesabaran kita diuji. kita harus pintar dalam menjaga emosi kita.

Masalah Sensori/Oromotor

Kalau solusi sebelumnya masih belum berhasil untuk membuat anak “membuka mulut” mungkin saja anak mengalami masalah sensori. Solusi untuk faktor satu ini ya tentu saja mom harus membawa anak ke profesional untuk mendapatkan penangan langsung oleh tim medis.

Dari pemaparan dr. Dimple saya ambil kesimpulan untuk mengatasi anak GTM tidak perlu marah-marah dan stress duluan. Karena GTM pasti ada penyebabnya, jadi pastikan kita cari tahu penyebabnya terlebih dahulu kemudian cari solusinya dengan kepala dingin. So, be a smart mom and happy mommy, happy baby!

Annisa P Putri

Comments

Ririn
March 27, 2021 at 8:51 am

Bener banget mba, GTM pasti ada penyebabnya. Kudu sabar emang jadi ibu. Pengalamanku anak pertamaku pas GTM langsung rasanya piring pengen terbang. Anak kedua Alhamdulillah lebih kalem jadi ga emosian. Hihi, semangat mba!



March 27, 2021 at 9:56 am

Kesabaran yang benar-benar diuji itu memang pas saat anak GTM sih.. Ibu harus ngulik banyak cara supaya anak mau mangap.. huhu..



Febianti
March 27, 2021 at 9:24 pm

Saya kok salfok sama produk crystal of the sea ya, baru pertama kali denger dan kayaknya oke nih buat anakku. Tersedia di mana mba kalau boleh tau crystal ini?



Rinrin Rindawati
March 29, 2021 at 3:31 am

Masyaa Allah semua materinya daging banget mbak, thx mbak. Aku bakalan terapin kalo pas punya anak hehe



March 29, 2021 at 6:44 am

Dsa nya kece bgt ya Mba, stiap ibu kyaknya akan menemui masa2 anak gtm ya, bner2 bkin emaknya jga ga doyan makan jga



March 29, 2021 at 1:29 pm

anakku sempet banget GTM mba, doooh stress banget BB turun drastis juga, jadi bahan hujatan orang-orang katanya kekurangan gizi.



March 29, 2021 at 11:34 pm

Kecemasan dan kekhawatiran moms ya kalo anak GTM. Kudu cari cara jitu biar si kecil mau makan lahap lagi. Thanks infonya



Fenni Bungsu
March 30, 2021 at 12:52 am

Ponakan daku yang paling kecil seperti GTM kalau melihat ciri-ciri di artikel jni, tapi untungnya gak lama terjadinya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *